Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

setumpuk kenangan




kelak kita akan mengemasi dunia.
semua suka, canda, cita dan cinta.
bahkan kesedihan, duka, air mata pun akan ikut serta
menghuni koper-koper kenangan
read more...

Hampa Udara


Tuhan bawa aku ke antariksa
bawa aku ke jagat raya
ijinkan aku melihat kawakib, samsu, dan qomar,
pun bila mungkin ijinkan aku melihat ars yang agung itu,
biarkan aku mengapung disana,
dalam ruang hampa udara,
agar aku terlelap dalam Do'a.
read more...

Dunia lain




Apa yang salah dengan duniaku
hingga hanya kesepian yang mememaniku
Dan hitam warnaku

Kadang kita harus menjadi orang lain
Ya, seperti iqbal, atau iskandar

Atau bahkan kita tidak harus menjadi siapa-siapa
Apalah artinya siapa-siapa itu bila kita bukan apa-apa
Dan kenapa kita bukan apa-apa
Cuma kita yang tahu jawabnya.


Jakarta, 26 April 08
read more...

Adam tanpa tulang rusuk





Batang hari telah berlalu
Beribu-ribu bahkan berbulan-bulan
Hingga puluhan tahun berlalu

Adam yang terluka berlari mengejar hawa
Awan telah mengartikan lain
Mungkin bulan telah berlalu
Dan pekat mengalir jiwa dari
Ruh yang kosong

Apakah Adam ini tercipta tanpa tulang rusuk?



Jakarta, 13 April 08
read more...

Hampa

Tidakkah cukup bagimu perjalanan ini
Bukankah semuanya telah memberi arti
Yah! Seperti yang kita semua tahu,terkadang hidup memberi lain dari apa yang kita harapkan

Terkadang kehilangan bukan berarti tiada
Ada-pun tidak harus memiliki arti


Jakarta,29 mei 2008
read more...

Jalan neraka

Mantel kuningmu itu, yang selalu kamu pakai setelah memenangi peperangan kampret.
Setelah semuanya kamu bawa kedalam lubang laknat yang ditutupi bau surga.
Setelah semua manjelma menjadi kamu yang layu.

Dengan senyummu yang menguras kantong para bajingan.
Kamu bilang, “aku akan buka cabang.”
“Cabang?.
Cabang apa maksudmu?”
“Yah, aku akan membuat banyak lubang-lubang neraka.
Toh mereka menyukainya.”

Ketika kamu menyeretku, aku menurut, karena aku penasaran dengan apa yang kamu punya.
Dengan surga semu yang kamu tawarkan, yang sebenarnya adalah lubang hitam pekat selaksa neraka tujuh rupa.

Persetan, sialan, bajingan!! kamu hampir menyeretku masuk ke dalam dunia yang siapapun yang telah masuk takkan dapat keluar lagi.

Lelaki itu lari keluar, tak tau arah, dengan langkah gontai, dia menabrakkan dirinya ke tembok, membenturkanya ke mobil yang melaju kencang, ke trotoar, dalam pekat aspal, bahkan melayangkan tubuhnya di jembatan, di gedung-gedung tinggi.
Berharap takdirnya datang.

Lelaki itu menatapku dengan nanar.

Aku berpaling, aku tak kuasa membayangkan seandainya dia aku..




Jakarta, 25 Apr. 09
23:35
read more...

Wanita yang menjaga matanya.

Wanita itu, tidak, dia bukan manusia malang yang menderita seperti dalam novel-novel.

tetapi satu hal yang membuat orang bertanya-tanya, dia selalu jalan menunduk, matanya selalu mengarah kebawah.

Konon dia tidak pernah menengadahkan wajahnya keatas, tentu bukan karena dia tidak tahu bahwa diatas sana ada langit. Langit tempat surga berada.

Mungkin dia merasa malu, malu akan kekurangan dirinya, tidak, bukan itu, dia bukan pelaknat, dia cantik, anggun. Dia hanya tidak mau larut dalam dunia ini.

Mungkin wanita seperti inilah, yang kelak akan menghuni surga, surga yang ada dilangit.



Jakarta, 26 Apr. 09
21:10
read more...

Entahlah

Ketika waktu itu kudapati kamu, matamu hanya terbelalak, seolah ingin berkata “jangan, jangan, aku tak pantas untuk ini”

Disinilah takdir itu dimulai

Ketika banyak orang berbicara, kamu hanya diam.
Ketika mereka tertawa, kamu malah menangis.

Disisi lain tangisanmu adalah olok-olok untuk hidup ini, hidup yang kamu sendiri, bahkan tak satupun orang yang tahu tentangnya.

Ketika aku putuskan untuk memilihmu, aku sebenar-benarnya yakin bahwa akupun tak tahu ada yang lain selain kamu.





Jakarta, 20 April 09
read more...

Ketika..

Ketika malam yang kamu lalui terasa hampa..
Ketika hidup terasa melelahkan..
Ketika cinta yang kamu tunggu tak kunjung datang..
Ketika mentari terasa lebih panas..
Ketika pagi menjadi muram..
Dan Ketika asa menjadi hilang..

Maka..
Ulangilah lagi dan sempurnakan apa yang telah kamu lakukan..
Karna hidup terus berputar.




Jakarta,2009-04-17
00:25
read more...

Hikayat Kamar

Ruangan yang lembab.
Dindingnya mulai berlumut
berwarna Kuning menyala
seolah mengabarkan kesepian sang pemilik kamar.
Pintu yang harusnya kokoh mulai rapuh dimakan usia
Tanpa handle,
Kuncinya hanya satu.
Tanpa hiasan
Tanpa pajangan
Tanpa foto
mungkin
Karna tak tau harus memajang siapa,
Dirinya tidak terlalu berharga untuk dipamerkan.




Jakarta, 2009-04-16
23:49
read more...