
Istilah tersebut saya dapat dari seorang bapak-bapak saat saya sedang bekerja memasang pintu di rumah beliau.
Awalnya saya berkata bahwa saya adalah seorang sarjana dan ternyata saya “Cuma” bekerja seperti ini kataku kepada beliau.
Beliau berkomentar panjang tentang perkataan saya sampai saya menemukan perkataan beliau yang menurut saya menarik yaitu:
“jalan hidup setiap orang itu berbeda-beda, begitu pula dengan rezeki, bisa jadi orang pinter, ganteng yang bergelar hebatpun tidak kaya, malah orang tidak sekolah, biasa-biasa aja malah kaya-raya. itulah, karena apa? Karena tidak ada di dunia ini fakultas rezeki, yang ada itu fakultas kedokteran, hukum, ekonomi coba mana ada fakultas rezeki!!, jadi tidak ada orang yang bisa tahu kadar rezeki masing2, karena rezeki itu yang ngatur sang khalik.”
Saya tersenyum sambil mengangguk tanda setuju dengan apa yang beliau ucapkan,
Mungkin yang beliau maksud adalah seberapa pun cerdasnya kita, seberapapun gelar yang kita miliki, seberapa keraspun usaha yang kita lakukan tetap rezeki kita Allah yang mengaturnya dan setiap orang diberikan rezeki yang berbeda-beda.
terus beliau melanjutkan:
“bedanya meski sama-sama singkong, tapi kalo yang satu ditanam ditempat yang bagus, diberi pupuk dirawat dsb. Kemungkinan dia akan tumbuh subur, beda bila singkong itu Cuma dilempar begitu aja, bisa jadi bila jatoh ditanah yang subur dia bakal subur,tapi kalo jatoh ditanah kering, gimana coba!? Makanya kita harus berusaha, dan berdo’a terus ikhlas menerima semuanya”
Rezeki (rizki) seperti juga bencana, jodoh dan kematian tidak ada satupun makhluk yang mengetahuinya,.
Tapi memang fakultas rezeki itu tidak ada didunia ini, yang ada Cuma apotek rezeki dan toko bangunan sumber rezeki. Hee..

0 comments: on "Fakultas rezeki"
Post a Comment